fbpx

Libur lebaran telah tiba. Apa rencana Ripiuers untuk mengisi libur lebaran tahun ini?

Lagi rencanain jalan-jalan tapi belum memantapkan pilihan akomodasi? Atau lagi rencanain liburan akhir tahun?

Tenang guys, kali ini kita bakal kupas habis empat aplikasi booking hotel terpopuler sebelum ada yang nangis di pojokan karena stres nyari akomodasi yang nyaman, paling sesuai budget, sekaligus Instagrammable.

Untuk part 1 kali ini, Anak Ripiu bahas plus minus -nya dua aplikasi yang beberapa tahun belakangan naik daun: Airbnb & Traveloka.

Airbnb

Airbnb logo (Source: Mondoweiss)

Coba diangkat tangannya pendek-pendek Ripiuers yang belum pernah denger nama ini! Gak heran guys, Airbnb memang tengah ramai diperbincangkan masyarakat dunia dalam beberapa tahun terakhir. Kehadirannya bahkan digadang-gadang sebagai predator industri hotel saat ini. Sejak kemunculannya di tahun 2007, Airbnb telah berkembang menjadi musuh besar industri perhotelan, tak terkecuali hotel chains raksasa seperti Hilton Worldwide, Marriott International, dan InterContinental Hotels Group.

Airbnb mempunyai total lebih dari 6 juta listing akomodasi di seluruh dunia yang tersebar di 81 ribu kota dan 191 negara.

😄 Pengalaman unik & relatif lebih murah

Apa yang membuat Airbnb disambut antusias oleh travelers Indonesia dan dunia adalah konsep akomodasi yang unik dan authentic, serta harga yang relatif lebih ramah kantong.

Banyak dari golongan frequent travelers lebih memilih menggunakan Airbnb karena bosan dengan standar pelayanan dan fasilitas hotel yang cenderung itu-itu saja. Sementara Airbnb menawarkan pengalaman yang berbeda karena setiap rumah dan setiap host memiliki karakteristik yang berbeda.

Menginap di rumah seseorang tentunya merupakan pengalaman yang berbeda dengan menginap di hotel. Ketika menginap di rumah host, tamu Airbnb lebih ter-expose dengan budaya lokal lewat penataan rumah dan gaya hidup host maupun lingkungan sekitar rumah. Pada umumnya, komunikasi dengan host juga lebih personal dibandingkan komunikasi dengan staff hotel.

😄 Pilihan sangat variatif

Rumah pohon di Atlanta (Source: Parachute Blog)
Rumah goa di Yunani (Source: LONNY)

Jumlah listing Airbnb tidak hanya besar, namun juga variatif. Airbnb menawarkan penyewaan kamar, rumah, kamar sharing, maupun kamar boutique hotel/BnB. Variasi ini juga membuat Airbnb lebih unggul dari hotel dalam hal fleksibilitas lokasi loh, Ripiuers. Hotel cenderung mengumpul di daerah-daerah tertentu saja di suatu kota, sementara rumah-rumah Airbnb tersebar di lebih banyak lokasi, termasuk daerah yang jarang dipilih hotel. Contohnya dua gambar di atas yang sangat populer di antara tamu Airbnb.

Selain itu, aplikasi ini juga tidak kalah dalam menawarkan produk dari yang ramah kantong hingga yang menguras kantong. Banyak listings Airbnb yang memiliki kisaran harga per malam cukup tinggi, yang juga disandingkan dengan fasilitas dan dekorasi ruangan yang mewah.

😄 Airbnb Plus & Superhost

Masih menyangkut variasi akomodasi yang ditawarkan Airbnb, apakah Ripiuers pernah denger atau bahkan cobain sendiri menginap dengan Airbnb Plus maupun Superhost? Airbnb Plus, yang baru diluncurkan awal tahun 2018, menjadi program sertifikasi yang diberikan untuk listings yang telah memenuhi 100 ketentuan Airbnb Plus. Sertifikasi ini berfokus pada kelengkapan fasilitas dan estetika ruangan. Sementara Superhost merupakan gelar yang diberikan Airbnb untuk hosts yang memiliki performa pelayanan yang baik, salah satunya dinilai dari reviews para tamu sendiri. Program-program ini menjadi semacam jaminan bagi calon tamu bahwa pelayanan dan fasilitas yang akan mereka dapatkan tidak mengecewakan.

😄 Desain app yang estetik dan fungsional

Desain aplikasi Airbnb terkenal nyaman di mata loh guys. Tapi gak hanya itu, dengan banyaknya filter yang bisa dipilih, kalian tidak perlu takut tenggelam di antara ribuan pilihan listings. Selain itu, di laman utama aplikasi, pengguna diperlihatkan langsung pada opsi untuk browsing akomodasi, aktivitas lokal, atau restoran. Ya guys, buat kalian yang belum tahu, Airbnb juga memfasilitasi penawaran kegiatan lokal dan rekomendasi restoran oleh hosts dan tamu Airbnb.

Aplikasi Airbnb juga menampilkan peta interaktif, dimana kalian bisa menggerakkan peta dan menentukan sendiri besaran area yang kalian minati. Jadi, algoritma sistem Airbnb hanya akan menampilkan listings yang ada pada area yang Ripiuers tentukan. Ini sangat membantu calon tamu supaya gak buang-buang waktu dan tenaga ngeliatin listings yang terkadang bahkan berada di negara tetangga.

😞 Bayar dengan mata uang asing

Pembayaran pemesanan Airbnb belum bisa menggunakan Rupiah. Pembayaran dengan mata uang asing tentunya terikat ketentuan nilai tukar dan biaya dari bank yang Ripiuers gunakan.

😞 Akurasi dipertanyakan

Masih banyak review tamu Airbnb yang mengeluhkan ketidakakuratan pengalaman menginap dengan deskripsi maupun foto yang ditampilkan host. Menyikapi hal ini, calon tamu sebaiknya memperhatikan review dari tamu-tamu terdahulu dari suatu listing sebelum menentukan pilihan.

😞 Mungkin ilegal

Lebih parahnya lagi, sebenarnya banyak listings di Airbnb yang tidak mematuhi peraturan setempat alias ilegal. Pemerintah Berlin bahkan mengeluarkan peraturan yang namanya berarti ‘Anti-Airbnb’ untuk meregulasi ketidakpatuhan listings di area itu. Sungguh celaka jika host yang kita booking rumahnya ternyata menyalahi hukum dan kita tiba-tiba kehilangan akomodasi!

😞 Kurangnya filter review

Kekurangan desain aplikasi Airbnb adalah tidak adanya filter untuk membaca reviews. Meski kita bisa mencari sendiri pada kolom search dengan kata kunci, akan lebih memudahkan jika kita bisa menyortir reviews sesuai topik atau berdasarkan bintang yang diberikan.

Nilai penghakiman: 4.5 / 5

Tampilan aplikasi: ★★★★★

Kemudahan browsing: ★★★★★

Kelengkapan & akurasi informasi: ★★★★

Proses booking & pembayaran: ★★★★

Traveloka

Traveloka logo (Source: Traveloka)

Beberapa hari sekali (atau terkadang beberapa kali sehari), iklan Traveloka muncul di tengah-tengah nonton tipi, browsing tugas/kerjaan, atau buka YouTube. OTA (Online Travel Agent) asal Indonesia yang mulai diperkenalkan tahun 2012 ini memang bertumbuh pesat dan menjadi salah satu dari tiga startup unicorn pertama di Indonesia. Tidak hanya menawarkan hotel di wilayah Asia Tenggara, Traveloka juga memiliki listing hotel di mancanegara menyeberangi benua. 

😄 Bisa browse tanpa sign in

Begitu download aplikasi dari store, Ripiuers bisa langsung browse hotel di Traveloka tanpa perlu sign in. Tentunya memudahkan dan anti ribet terutama kalau kalian mau sekedar melihat-lihat dulu apa yang ditawarkan OTA ini.

😄 PayLater

Traveloka PayLater (Source: Traveloka)

Sejak pertengahan tahun lalu, Traveloka menawarkan cara pembayaran kredit tanpa kartu kredit. Kredit online ini bisa dinikmati pelanggan usia 21 hingga 70 tahun dengan persyaratan dokumen berupa KTP dengan disertai KK/SIM/NPWP/BPJS. Nantinya, Ripiuers bisa membayar cicilan lewat virtual account (untuk pemegang kartu BNI) atau bank transfer.

😄 Customer service bahasa lokal 24 jam

Kapan pun pelanggan berminat menghubungi Traveloka, selalu ada customer service yang siap melayani lewat fitur chat dalam bahasa lokal. Sangat membantu untuk mendapat jawaban secara cepat dan tanpa biaya.

😄 Peta interaktif

Seperti halnya Airbnb, aplikasi Traveloka juga punya peta interaktif dimana pengguna dapat menentukan sendiri cakupan area pencarian.

😄 Bayar langsung di hotel

Beberapa hotel yang ditawarkan lewat Traveloka memiliki sistem pembayaran di tempat. Jadi, tamu hotel baru membayar saat akan check-in pada hari H. Saat booking di aplikasi, para tamu hanya perlu memasukkan data kartu kredit sebagai jaminan.

😞 Desain menu filter berantakan

Pilihan menu filter terlalu sedikit dan pengelompokan kategori membingungkan. Opsi yang disajikan di kategori utama ada yang tentang cara pembayaran, tipe perjalanan, budget, jenis akomodasi, diskon, sampai pemenang penghargaan. Padahal pengguna cuma bisa pilih satu saja. Selain itu, kategori filter lain juga ada yang sekali lagi menanyakan jenis akomodasi yang diinginkan.

😞 Kelalaian pemrosesan booking

Banyak pengguna yang telah mengeluhkan kelalaian Traveloka dalam memproses pemesanan kamar. Booking telah dilunasi tamu, namun pada hari H pihak hotel menyatakan bahwa booking tidak ditemukan. Penanggapan keluhan pihak Traveloka pun dinilai lambat dalam merespon maupun menindaklanjuti kesalahan.

😞 Listings luar negeri relatif lebih sedikit

Jika dibandingkan dengan aplikasi lain yang Anak Ripiu kupas di ulasan kali ini, jumlah akomodasi yang ditawarkan Traveloka di luar negeri terbilang masih sedikit. Total jumlah hotel di luar Indonesia yang terdaftar di aplikasi ini hanya mencapai 82 ribu hotel. Sementara jumlah listing mereka di Indonesia sebesar hampir 18 ribu hotel.

Nilai penghakiman: 4 / 5

Tampilan aplikasi: ★★★★

Kemudahan browsing: ★★★

Kelengkapan & akurasi informasi: ★★★★

Proses booking & pembayaran: ★★★★★

Selanjutnya, mari kita menuju Aplikasi Booking Hotel Terpopuler 2019: Penghakiman (Part 2). Bocorannya…. kita bakal bahas dua aplikasi dari group yang sama.