fbpx

Sedang ramai dibicarakan nih tentang IMEI, pemblokiran HP yang dibeli di luar negeri maupun ponsel ilegal oleh pemerinah RI. Kalau masih ada yang bingung tentang berita ini, Anak Ripiu bantu jelasin ya.

IMEI itu apa sih?

Pertama-tama, buat Ripiuers yang belum tahu, IMEI adalah singkatan dari International Mobile Equipment Identity. IMEI ini berupa kode yang terdiri dari susunan angka yang memiliki 14 sampai 16 digit, yang kebanyakan sih 15 digit. IMEI ini terdapat di setiap ponsel dan berfungsi utama untuk identikasi ponsel tersebut.

Selain itu, jika ponsel hilang, dicuri atau disalahgunakan, kode IMEI juga bisa digunakan untuk memblokir jaringan ponsel tersebut. Untuk tambah info, kamu bisa segera melaporkan kode IMEI ke provider untuk segera dilakukan pemblokiran agar sang pencuri tak bisa menggunakan ponsel. Kode IMEI juga bisa diserahkan ke kepolisian untuk menindaklanjuti kasus pencurian ponsel.

Bisa dibilang konsep IMEI ini kurang lebih sama seperti nomor rekening tabungan di bank.   

Lantas kenapa IMEI ini menjadi masalah untuk HP yg dibeli di luar negeri atau dibeli di black market (bm)? Jadi, untuk ponsel yang dibeli di luar negeri atau ponsel yang ternyata masuk secara ilegal maupun black market, kode IMEI ponsel tersebut tidak akan muncul pada database Indonesia, alias tidak terdaftar. Nah, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan sistem pengidentifikasi produk ponsel ilegal yang dinamakan Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS).

Nantinya sistem ini mampu mengecek legalitas ponsel kamu melalui verifikasi kode IMEI. Aturan verifikasi dan kontrol IMEI ini rencananya akan terbit pada 17 Agustus 2019 mendatang. Aturan IMEI ini rencananya akan dituangkan ke dalam Peraturan Menteri (Permen) yang diregulasi dan diterbitkan oleh tiga Kementerian, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Kira-kira begini nanti cara kerjanya:

“Nantinya nomor IMEI ini akan dijodohkan dengan MSISDN atau nomor identitas SIM Card. MSISDN berasal dari operator seluler. Jadi ketika sebuah ponsel terhubung ke jaringan, sebuah aplikasi khusus akan memindai nomor IMEI perangkat dan mengecek keasliannya ke sistem DIRBS Kemeperin. Jika tak terdaftar, koneksi jaringan akan diputus.”

dikutip dari CNBC Indonesia

Sebenarnya, buat Ripuers yang pernah membeli HP di luar negeri secara legal, tidak perlu khawatir dengan peraturan ini. Karena upaya ini fokusnya adalah untuk melindungi industri dan konsumen dalam negeri dari barang black market atau barang ilegal. Tujuan utama diberlakukannya aturan ini adalah untuk mengurangi bahkan mencegah peredaran ponsel yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

Saat ini, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kemenkominfo, Ismail, mengatakan pihaknya sedang mengkaji beberapa opsi untuk ponsel yang IMEI-nya tidak terdaftar. Selain itu, Kemenperin juga tengah merencanakan pembuatan aplikasi yang bsia mengakomodasi pembelian ponsel di luar negeri secaa perseorangan. Dengan aplikasi tersebut, konsumen bisa mendaftarkan IMEI-nya lalu membayar pajak ponsel tersebut.

Ada 4 cara mengecek IMEI handphone kamu nih:

cek imei *#06#

*#06#

1.Cukup buka menu panggilan lalu ketik *#06#

cek imei hp

About phone

2. Buka menu Settings atau Pengaturan, lalu cari About Phone (biasanya paling bawah), kemudian cari kode IMEI

cek imei kemenperin

Website Kemenperin

3. Masuk ke situs https://kemenperin.go.id/imei/ dan masukkan nomor IMEI anda ke dalam kolom yang tersedia

cek imei xiaomi dan cek imei vivo

Official Website

4. Beberapa brand juga menyediakan halaman pengecekkan IMEI pada website mereka

  1. Cukup buka menu panggilan lalu ketik *#06#
  2. Buka menu Setting atau pengaturan, lalu cari About Phone (biasanya paling bawah), kemudian cari kode IMEI
  3. Masuk ke situs https://kemenperin.go.id/imei/ dan masukkan nomor IMEI anda ke dalam kolom yang tersedia
  4. Beberapa brand juga menyediakan halaman pengecekkan IMEI pada website mereka seperti Xiaomi dan Vivo. Buat kamu pengguna Xiaomi atau Vivo bisa klik link di bawah ini

Ayo bersama pemerintah mendukung pasar dalam negeri dengan membeli produk ponsel secara legal dan jangan lupa bayar pajaknya ya!